Teknologi

Sebagaimana aktivitas industri lainnya, proses pengolahan bijih nikel menjadi feronikel merupakan bagian dari upaya penciptaan nilai tambah (value added creating). Upaya ini dilakukan dalam smelter tipe RKEF (Rotary Kiln-Electric Furnace), yakni teknologi proses pengolahan yang sudah terbukti dan ramah lingkungan. Peningkatan nilai tambah ini terjadi karena produk yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi. Nilai tambah merupakan nisbah antara harga jual produk terhadap seluruh komponen biaya untuk menghasilkan produk tersebut. Semakin tinggi nisbah tersebut maka semakin tinggi pula nilai tambah yang diperoleh.

Smelter

Smelter memiliki kapasitas 4 x 33 MVA dengan jumlah bijih nikel saprolit yang dibutuhkan sekitar 2.250.000 WM; Pembangkit listrik milik sendiri memiliki kapasitas 3 x 50 MW dengan tipe pembangkit listrik tenaga uap (PLTU);
Operasional Smelter didukung oleh infrastruktur pendukung lain diantaranya pelabuhan  (Jetty) kapasitas 10.000 DWT, jaringan jalan penghubung, jaringan pipa dan penampung air bersih, laboratorium, tangki bahan bakar, fasilitas telekomunikasi, jaringan listrik  tegangan menengah, perkantoran, pergudangan, pabrik oksigen,  kompresor, mes karyawan, sarana olah raga dan lainnya,.

Power Plant